Senin, 27 Desember 2021

Pemerintahan Yang Baik, Bersih Dan Berwibawa

                                      

          Bagaimanakah pemerintahan yang baik, bersih dan berwibawa? Menurut saya pemerintahan yang baik, bersih dan berwibawa atau good governenance adalah setiap tindakan atau kegiatan terkait tindakan yang mengarahkan, mengelola, atau mempengaruhi urusan publik dalam rangka mewujudkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan kita sehari-hari. Di Indonesia, good governance dapat diartikan sebagai pemerintahan yang baik, bersih dan berwibawa. Artinya, pemerintahan negara yang terkait dengan sumber daya sosial, budaya, politik, dan ekonomi diatur menurut kekuasaan yang dijalankan oleh masyarakat. Pemerintahan yang bersih adalah pemerintahan yang efektif dan efisien, Transparan, jujur ​​dan bertanggung jawab. Maksimalkan tata pemerintahan yang baik dan bersih Ketika elemen negara dan masyarakat sipil (termasuk sektor swasta) saling terkait. Pembangunan hemat biaya dan hemat waktu agar pemerintah dapat berfungsi dengan baik: mampu bergerak secara sinergis, konsisten satu sama lain, konsisten satu sama lain, dan mendapatkan dukungan rakyat. Dan berjalan dengan efisien.

Gambar hanya ilustrasi

Saya dan setiap berharap bahwa pemerintahan yang bersih adalah  setiap orang di seluruh dunia selalu menginginkannya. Pemerintahan yang bersih dan berwibawa, yang senantiasa menerapkan dan mendukung nilai-nilai demokrasi serta bebas dari praktik KKN. Secara sederhana, clean governance dapat dijelaskan sebagai suatu kondisi penyelenggaraan pemerintahan di mana para aktor yang terlibat melindungi diri dari korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Korupsi adalah penggunaan dana pemerintah secara tidak sah oleh pejabat pemerintah. Kolusi adalah suatu bentuk kerjasama yang tidak sah (illegal) antara pejabat pemerintah dengan faktor lain dan memperoleh keuntungan yang signifikan bagi mereka. Nepotisme adalah penggunaan status untuk menciptakan pekerjaan, peluang, dan pendapatan bagi anggota keluarga dan kerabat dekat, sehingga menutup peluang lain. Pemerintah yang penuh gejala KKN biasanya digolongkan sebagai pemerintahan yang tidak murni dan sebaliknya. Konsep pemerintahan yang bersih dan berwibawa sama dengan konsep pemerintahan yang baik. Terwujudnya pemerintahan yang bersih dan berwibawa membutuhkan berbagai kondisi dan relasi yang dapat mendukung tumbuhnya moral politik. Di bawah ini adalah beberapa kondisi dan mekanisme hubungan pemerintahan ditinjau dari bentuk pemerintahan dan sistem pemerintahannya. Ada beberapa sistem yang dirancang untuk mengelola mekanisme pemerintah. Pengelompokan sistem pemerintahan ini tidak lebih dari sekedar mengenali perbedaan dan persamaan antara sistem pemerintahan yang berbeda dengan mengetahui standar pertanggungjawaban kepada pengelola pemerintahan. Ada dua sistem pemerintahan yang dikenal di dunia, sistem parlementer dan sistem presidensial.

                                                                  Gambar hanya Ilustrasi

Pengertian pemerintahan dalam hal ini adalah proses pengaturan, pemajuan dan pengendalian kehidupan sosial ekonomi suatu masyarakat. Tata pemerintahan yang baik dapat dengan bebas menjelma menjadi pemerintahan yang bersih, berwibawa atau kredibel. Secara umum, pemerintahan mencakup komponen utama (1) akuntabilitas, (2) transparansi, (3) keterbukaan, dan (4) supremasi hukum (Bhatta: 1996) (Karhi: 1997). Transparansi adalah alat penting untuk mencapai pemerintahan yang bersih dan mengikat. Publik perlu secara terbuka mengetahui semua proses yang berkaitan dengan perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik. Oleh karena itu, segala tindakan dan kebijakan pemerintah harus dilaksanakan secara terbuka dan dipublikasikan. Selain itu, pemerintah harus mengkritik pemerintah yang dianggap terbuka dan tidak pasti, serta memberikan kesempatan kepada warga negara untuk merespons. Pemerintahan yang baik dan terbuka akan memberikan informasi dan data yang tepat kepada masyarakat untuk membantu menilai tata kelola.

Apakah Indoensia termasuk kedalam kriterian Good, Clean, Authority Governance? Menurut saya negara ini belum 100% dapat menyandang kriteria Good, Clean, Authority Governance, karena di negeri ini belum 100% warga negara terutama aparatur sipil negaranya mentaati aturan yang sesuai. Negara ini memang memiliki banyak orang-orang baik dan taat akan aturan yang sesuai dengan kriteria Good, Clean, Authority Governance, tetapi tidak sedikit juga dari orang-orang dari nergara ini yang masih berperilaku KKN, terutama di posisi jabatan yang sudah cukup terpandang. Saya berharap dan saya yakin bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia bisa menyandang status Negara yang memiliki Kepemerintahan yang bersih, baik, dan berwibawa atau Good, Clean, Authority Governance,  walaupu tidak 100%  paling tidak bisa 99,9% menyandang status tersebut.


Menjaga Kesadaran Bela Negara

            Bela negara merupakan hak dan kewajiban seluruh warga negara Indonesia untuk ikut serta dalam kegiatan pembelaan negara. Dalam hal ini menitik beratkan untuk menghadapi ancaman nonmiliter. Seluruh warga negara diwajibkan untuk ikut serta dalam usaha mempertahankan dan menjaga keamanan negara. Kesadaran bela negara merupakan hak dan kewajiban bagi setiap warga negara. Kesadaran bela negara ialah kesediaan berbakti dan berkorban kepada negara.

Dalam melaksanakan tindakan Bela Negara yang teratur dan menyeluruh dapat dilandasi dengan aspek cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, yakin akan Pancasila sebagai ideologi negara, sikap rela berkorban dan memiliki kemampuan awal bela negara.

Pada masa belakangan ini, banyak sekali ditemukan peristiwa pelanggaran hukum yang dilakukan oleh para remaja hingga dewasa awal atau generasi muda. Peristiwa tersebut mulai dari sikap perilaku yang kurang patuh terhadap norma, tawuran antar sekolah, kekerasan, hingga penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Hal tersebut dapat diakibatkan oleh rendahnya tingkat kesadaran bela negara pada generasi muda, belum optimalnya kesadaran akan bela negara, belum optimal kebijakan dalam aktualisasi bela negara, kurikulum system pendidikan nasional masih sangat minim dalam penerapan materi tentang bela negara serta pembentukan karakter bangsa sejak dini, rendahnya rasa nasionalisme sehingga berdampak pada terganggunya kelangsungan hidup bernegara

                            


Kesadaran bela negara memegang nilai yang sangat penting bagi bangsa untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Nilai-nilai bela negara pada masyarakat khususnya mahasiswa dapat ditanamkan dengan beberapa nilai berikut, yaitu:

Kecintaan terhadap Tanah Air

Kesadaran bela negara dalam nilai kecintaan terhadap Tanah Air dilakukan dengan memperluas cara pandang mengenai semua hal yang berhubungan dengan sejarah kebudayaan bangsa Indonesia, falsafah mengenai Pancasila yang akan terbentuknya wawasan nasional. Dengan terbentuknya wawasan serta cara pandang maka akan terwujud pertahanan keamanan negara. Dalam perwujudan kecintaan kepada tanah air oleh generasi muda dapat melalui berkarya yang memiliki dampak baik bagi bangsa dan negara. Berkarya dapat meningkatkan derajat harkat dan martabat bangsa Indonesia di dunia internasional. Mahasiswa dapat juga berperan dlaam kecintaan tanah air dengan menjadi anggota dari Pramuka, Palang Merah Remaja (PMR) serta Palang Merah Indonesia (PMI), anggota Resimen Mahasiswa (Menwa), dan lain sebagainya. Hal kecil yang dapat dilakukan olah seluruh masyarakat adalah dengan mencintai lingkungan, contohnya membuang sampah pada tempatnya.

Kesadaran berbangsa dan bernegara

Negara Indonesia memiliki beragam macam latar belakang penduduk baik berbagai etnis, budaya dan agama. Dibalik keragaman ini, Indonesia tetap kokoh dalam mempertahankan kesatuan berbangsa karena sangat menjunjung tinggi terhadap kebhinekaan atas nilai persatuan bangsa. Dalam penerapan kesadaran berbangsa dan bernegara dengan cara  menghilangkan rasa fanatisme dan mencintai kebudayaan nasional agar tidak menjadi punah sehingga dapat diteruskan ke generasi mendatang. Membangkitkan identitas budaya untuk memajukan kebudayaan nasional.

Keyakinan akan Pancasila sebagai ideologi atau dasar negara

Pancasila menjadi pedoman dan petunjuk dlaam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta segala bentuk peraturan perundang-undangan negara. Pancasila merupakan nilai luhur yang patut dibudayakan dan disosialisasikan. Dalam bidang pendidikan di semua perguruan tinggi mewajibkan mata kuliah pendidikan kewarganegaraan yang mana di dalamnya terkandunug nilai-nilai Pancasila. Keyakinan akan Pancasila dapat dilakukan dengan menjalankan ibadah dan menjaga kerukunan antar sesama umat beragama.

Rela berkorban untuk bangsa dan negara

Sikap rela berkorban untuk bangsa dan negara, merelakan atau mengorbankan waktu, tenaga dan pikiran bahkan harta benda dan jiwa raga untuk kepentingan bangsa. Generasi muda harus dapat meneladani para pendiri bangsa, berjuang tanpa memerlukan imbalan, tanpa mementingkan diri sendiri selalu mengutaman persatuan dan kesatuan bangsa, selalu cinta kepada tanah air dan rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan pribadi, golongan maupun kelompok.

Kemampuan awal Bela Negara

Kemampuan awal kesadaran bela negara secara psikis yaitu memiliki sifat disiplin, kejujuran, berintegritas, etos kerja keras, bertangungjawab, percaya pada diri sendiri, mengendalikan emosional, senantiasa memelihara jiwa dan raganya, serta meningkatkan spiritual untuk mencapai dan mewujudkan tujuan negara. Dalam kehidupan bangsa Indonesia sehari-hari, fisik merupakan alat penggerak manusia dalam melangkah setiap kegiatan, sehingga diperlukan fisik yang sehat untuk mengimbangi phikis serta menjadi kekuatan yang luar biasa, bila keduanya menjadi kesatuan yang tidak terpisahkan dalam pembentukannya, maka Negara menjadi kuat. Dalam lingkungan kamppus, mahasiswa dapat menjaga keamanan lingkungan kampus, dalam pemilihan calon ketua tidak golput dan mengikutsertakan dalam kegiatan Menwa.