Bela negara merupakan hak dan kewajiban seluruh warga negara Indonesia untuk ikut serta dalam kegiatan pembelaan negara. Dalam hal ini menitik beratkan untuk menghadapi ancaman nonmiliter. Seluruh warga negara diwajibkan untuk ikut serta dalam usaha mempertahankan dan menjaga keamanan negara. Kesadaran bela negara merupakan hak dan kewajiban bagi setiap warga negara. Kesadaran bela negara ialah kesediaan berbakti dan berkorban kepada negara.
Dalam melaksanakan tindakan Bela Negara yang teratur
dan menyeluruh dapat dilandasi dengan aspek cinta tanah air, kesadaran
berbangsa dan bernegara, yakin akan Pancasila sebagai ideologi negara, sikap
rela berkorban dan memiliki kemampuan awal bela negara.
Pada masa belakangan ini, banyak sekali ditemukan peristiwa pelanggaran hukum yang dilakukan oleh para remaja hingga dewasa awal atau generasi muda. Peristiwa tersebut mulai dari sikap perilaku yang kurang patuh terhadap norma, tawuran antar sekolah, kekerasan, hingga penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Hal tersebut dapat diakibatkan oleh rendahnya tingkat kesadaran bela negara pada generasi muda, belum optimalnya kesadaran akan bela negara, belum optimal kebijakan dalam aktualisasi bela negara, kurikulum system pendidikan nasional masih sangat minim dalam penerapan materi tentang bela negara serta pembentukan karakter bangsa sejak dini, rendahnya rasa nasionalisme sehingga berdampak pada terganggunya kelangsungan hidup bernegara
Kesadaran bela negara memegang nilai yang sangat penting bagi bangsa untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Nilai-nilai bela negara pada masyarakat khususnya mahasiswa dapat ditanamkan dengan beberapa nilai berikut, yaitu:
Kecintaan terhadap Tanah Air
Kesadaran bela negara dalam nilai kecintaan terhadap Tanah Air dilakukan dengan memperluas cara pandang mengenai semua hal yang berhubungan dengan sejarah kebudayaan bangsa Indonesia, falsafah mengenai Pancasila yang akan terbentuknya wawasan nasional. Dengan terbentuknya wawasan serta cara pandang maka akan terwujud pertahanan keamanan negara. Dalam perwujudan kecintaan kepada tanah air oleh generasi muda dapat melalui berkarya yang memiliki dampak baik bagi bangsa dan negara. Berkarya dapat meningkatkan derajat harkat dan martabat bangsa Indonesia di dunia internasional. Mahasiswa dapat juga berperan dlaam kecintaan tanah air dengan menjadi anggota dari Pramuka, Palang Merah Remaja (PMR) serta Palang Merah Indonesia (PMI), anggota Resimen Mahasiswa (Menwa), dan lain sebagainya. Hal kecil yang dapat dilakukan olah seluruh masyarakat adalah dengan mencintai lingkungan, contohnya membuang sampah pada tempatnya.
Kesadaran berbangsa dan bernegara
Negara Indonesia memiliki beragam macam latar belakang penduduk baik berbagai etnis, budaya dan agama. Dibalik keragaman ini, Indonesia tetap kokoh dalam mempertahankan kesatuan berbangsa karena sangat menjunjung tinggi terhadap kebhinekaan atas nilai persatuan bangsa. Dalam penerapan kesadaran berbangsa dan bernegara dengan cara menghilangkan rasa fanatisme dan mencintai kebudayaan nasional agar tidak menjadi punah sehingga dapat diteruskan ke generasi mendatang. Membangkitkan identitas budaya untuk memajukan kebudayaan nasional.
Keyakinan akan Pancasila sebagai ideologi atau dasar negara
Pancasila menjadi pedoman dan petunjuk dlaam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta segala bentuk peraturan perundang-undangan negara. Pancasila merupakan nilai luhur yang patut dibudayakan dan disosialisasikan. Dalam bidang pendidikan di semua perguruan tinggi mewajibkan mata kuliah pendidikan kewarganegaraan yang mana di dalamnya terkandunug nilai-nilai Pancasila. Keyakinan akan Pancasila dapat dilakukan dengan menjalankan ibadah dan menjaga kerukunan antar sesama umat beragama.
Rela berkorban untuk bangsa dan negara
Sikap rela berkorban untuk bangsa dan negara, merelakan atau mengorbankan waktu, tenaga dan pikiran bahkan harta benda dan jiwa raga untuk kepentingan bangsa. Generasi muda harus dapat meneladani para pendiri bangsa, berjuang tanpa memerlukan imbalan, tanpa mementingkan diri sendiri selalu mengutaman persatuan dan kesatuan bangsa, selalu cinta kepada tanah air dan rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan pribadi, golongan maupun kelompok.
Kemampuan awal Bela Negara
Kemampuan awal kesadaran bela negara secara psikis
yaitu memiliki sifat disiplin, kejujuran, berintegritas, etos kerja keras,
bertangungjawab, percaya pada diri sendiri, mengendalikan emosional, senantiasa
memelihara jiwa dan raganya, serta meningkatkan spiritual untuk mencapai dan
mewujudkan tujuan negara. Dalam kehidupan bangsa Indonesia sehari-hari, fisik
merupakan alat penggerak manusia dalam melangkah setiap kegiatan, sehingga
diperlukan fisik yang sehat untuk mengimbangi phikis serta menjadi kekuatan
yang luar biasa, bila keduanya menjadi kesatuan yang tidak terpisahkan dalam
pembentukannya, maka Negara menjadi kuat. Dalam lingkungan kamppus, mahasiswa
dapat menjaga keamanan lingkungan kampus, dalam pemilihan calon ketua tidak
golput dan mengikutsertakan dalam kegiatan Menwa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar